Semangat 45 Untuk Bersepeda Tapi Tenaga Kurang

Sepeda merupakan alat transportasi utama aku di masa kecil. Kemanapun aku pergi selalu naik sepeda. Ke sekolah, ke lapangan sepak bola, bersepedaan bersama teman² selalu menggunakan sepeda. Jarak puluhan kilometer aku lalui dengan mudah, bahkan jalan tanjakan pun cuma saya lalui dengan setetes keringat hehe.. Makanya dulu saya kurus dan bertenaga kuda, sempat dijuluki Tomi Shevchenko, soalnya kalo pas main bola aku lari kayak Andrei Shevchenko hehe… Itu semua aku lalui sampe lulus SMP. Soalnya semenjak SMA aku lebih sering naik sepeda motor kakakku hehe.. Akibatnya jarang bersepeda tapi nafsu makan tinggi, badan pun menjadi melar dan tak terkendali. Dari berat 50 Kg langsung meningkat drastis jadi 90 kg hahah… Bersepeda baru beberapa kilo aja udah ngos²an..

Berawal cerita pada saat aku kelas 3 SMA, teman² sekampung mengajak untuk melakukan touring bersepeda ke daerah peziarahan di Ganjuran, Bantul dalam rangka syukuran karena kita semua terpilih sebagai pengurus muda mudi kampung hehe… Karena udah lama gak bersepeda lagi dan cepat ngos²an, aku pun sebenarnya ragu mau ikut. Maklum jarak tempuh PP alias pulang pergi 70KM. Bayangin aja udah mau muntah rasanya 😀

Ku coba bulatkan tekad semangat 45 dan berdoa semoga kuat menempuh jarak itu. Menyiapkan bekal terutama minuman aku bawa ke dalam tas. Mulai dari minuman mineral biasa hingga minuman pengganti cairan tubuh hehe.. Akhirnya hari H pun tiba. Dengan sepeda kebangganku, aku pun melaju bersama 7 orang temanku tepat pada hari Sabtu Malam jam 21.30 WIB. Setengah perjalanan kulalui dengan ceria, belum terasa capek sedikitpun. Mungkin karena aku dan teman² selalu bercanda selama perjalanan ditambah suasana malam dingin karena habis hujan. 2 Jam berlalu akhirnya kita semua sampai tempat peziarahan dengan selamat dan sukacita. Istirahat sejenak dan kemudian doa bersama². Setelah itu langsung tidur di pendapa yang telah disediakan.

Pukul 06.00 pagi kita semua bangun dan bersiap² untuk pulang. Aku sendiri masih bermalas-malasaan. Kaki, pantat, tangan semuanya terasa pegal. Rasanya juga mau muntah. Kepala senut² semuanya campur aduk. Wajah sedikit pucat (kata teman²ku). Akhirnya temanku membelikan teh anget, dan setelah kuminum serta istirahat sejenak badan agak sedikit enakan. Akhirnya kita pun melanjutkan perjalanan pulang. Kita sampai dirumah memakan waktu kurang lebih 3.5 jam, hal ini disebabkan setiap 30 menit aku meminta waktu istirahat hehe… Tapi syukur kepada Tuhan aku bisa selamat sampai rumah meskipun setelah sampai rumah aku langsung hibernasi tidur selama 15 jam full ditemani ibuku karena aku tak sadarkan diri karena kecapaian kata dokter hehe…

Begitulah cerita semangat 45 ku untuk bersepeda tapi tenaga kurang dalam rangka memeriahkan acara yang diadakan Humberqu.

Semoga pengalamanku bersepeda ini jadi pengalaman bagi kita semua bahwa dalam melakukan sesuatu kita harus mengukur kemampuan kita. Jangan cuma semangat doank hehe..

Leave a Reply

Please Login to comment
  Subscribe  
Notify of