Orang Indonesia Dibalik Kesuksesan China Menjuarai Piala Thomas

Minggu kemaren, akhirnya kita harus rela Piala Thomas digondol oleh China lagi. Mana pemain seperti Alan Budikusuma, Ardy B Wiranata, Hariyanto Arbi, maupun para pemain putri angkatan Susy Susanti dan Lily Tampi? Taufik Hidayat pun langsung kalah 2 set langsung terhadap pebulutangkis China, Lin Dan. Capek deh aku sorak-sorak di depan TV 😀

Tapi tahukah teman² bahwa salah satu kunci kesuksesan China adalah pelatihnya yang merupakan kelahiran Indonesia? Aku pun baru tau setelah baca kompas kemaren.. Ni dia beberapa kutipan beritanya :

Kehadiran Tang atau Tong di tepi lapangan saat Lin Dan menghadapi Taufik Hidayat pada partai pertama final Piala Thomas, Minggu (16/5/2010), sebenarnya merupakan psy war yang sangat dahsyat buat tim Indonesia. Tong memang lahir dan besar di Indonesia, tepatnya di Teluk Betung, Lampung, 13 Maret 1942. “Di Tiongkok, nama saya sering disebut Tang Xianhu atau Tang Hsien Hu, bergantung dialek daerah masing-masing. Namun, orangtua saya memberi nama Tong Sin Fu,” katanya tahun lalu.

Kembali ke Tiongkok saat 1950-an, ia kembali ke Indonesia sebagai pelatih pada 1986. Pertama melatih di klub Pelita Jaya, Tong kemudian ditarik menangani pelatnas Cipayung. Di tangan dingin Tong atau yang kerap dipanggil “Oom Tong” oleh para pemain, lahir pemain-pemain yang kemudian membawa Indonesia mendominasi dunia bulu tangkis 1990-an, seperti Alan Budikusuma, Ardy B Wiranata, Hariyanto Arbi, maupun para pemain putri angkatan Susy Susanti dan Lily Tampi.

Oom Tong inilah yang ikut dalam proyek besar merebut medali emas Olimpiade Barcelona 1992 yang dipenuhi oleh Alan Budikusuma dan Susy Susanti. Bahkan, Tong kemudian ikut membidani lahirnya generasi Hendrawan.

Namun, cerita Tong di Indonesia berakhir pada 1998 setelah permohonannya menjadi warga negara Indonesia ditolak. Ia kemudian kembali ke China dan kembali ditarik melatih timnas China. Di tangannya kemudian lahir generasi baru China, seperti Xia Xuanze hingga Lin Dan dan Xi Jinpeng.

sumber : Kompas.com

Sungguh ironis bukan?? Ternyata pelatih itu kelahiran Indonesia tepatnya di Lampung. Tapi karena permohonanannya untuk menjadi WNI ditolak, dia pun kembali ke China dan menjadi pelatih sukses disana. Ada apa dengan Indonesia?? Itu yang harus dipertanyakan. Mengapa orang yang sudah ikutmembawa nama Indonesia berkibar di Olimpiade Barcelona ini permohonannya ditolak untuk menjadi WNI?? Tanya Mengapa 😀

Leave a Reply

Please Login to comment
  Subscribe  
Notify of