Maret 1995, Awal Pro Kontra Reklamasi Pantai Utara Jakarta

Maret 1995, Awal Pro Kontra Reklamasi Pantai Utara JakartaSeluruh proyek reklamasi pantai yang terjadi di Indonesia baru saja dihentikan. Pro dan kontra terkait reklamasi pantai yang tidak kunjung usai seakan-akan menjadi sebuah masalah klasik dari proyek yang telah lama diwacanakan oleh pemerintah ini.

Ada beberapa pantai di Indonesia yang memang tengah dalam pengerjaan proyek reklamasi. Dua dari proyek reklamasi yang cukup menyita perhatian banyak pihak selama kurang dari 2 tahun terakhir adalah reklamasi pantai utara Jakarta dan reklamasi teluk Benoa di Bali.

Terkait dengan reklamasi pantai utara Jakarta, pro kontra terkait proyek ini seakan-akan mulai panas ketika era pemerintahan gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Namun tahukan anda, jika sebenarnya proyek reklamasi pantai utara Jakarta ini pertama kali digulirkan oleh Presiden Soeharto pada bulan maret 2015.

Wacana reklamasi pantai pada masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirdja tersebut dimaksudkan untuk mengatasi kelangkaan lahan di Jakarta dan untuk mengembangkan wilayah Jakarta Utara yang dianggap sebagai wilayah yang paling tertinggal dibanding wilayah Jakarta lainnya pada saat itu.

Keputusan reklamasi yang akhirnya diambil oleh pemerintah DKI Jakarta pada masa itu rupanya bertabrakan dengan pemikiran Kementerian Lingkungan Hidup, bahkan hingga sekarang. Kementerian Lingkungan Hidup beranggapan jika reklamasi di pantai utara Jakarta akan merusak ekosistem dan kondisi alam pantai.

Selain alasan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup juga memiliki alasan lain untuk menolak proyek reklamasi pantai. Berikut ini beberapa alasan dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait penolakannya terhadap reklamasi pantai utara Jakarta:

  • Reklamasi pantai utara Jakarta akan mengakibatkan ekosistem laut dan berbagai jenis pohon bakau di Muara Angke punah
  • Reklamasi pantai utara Jakarta akan mengubah bentang alam dan aliran sungai di kawasan Jakarta Utara sehingga berpotensi memperparah potensi banjir di Jakarta
  • Reklamasi pantai utara Jakarta akan berdampak buruk kepada kehidupan para nelayan di pantai utara Jakarta

Berlawanan dengan alasan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah DKI Jakarta justru mendukung proyek reklamasi dengan berbagai alasan seperti berikut:

  • Reklamasi pantai utara Jakarta akan mampu memecah gelombang laut dan mengurangi resiko abrasi
  • Reklamasi pantai utara Jakarta akan memperlancar aliran banjir ke laut
  • Reklamasi pantai utara Jakarta diyakini akan mampu berfungsi sebagai bendungan yang mampu menahan kenaikan permukaan air laut
  • Pulau hasil reklamasi akan semakin meningkatkan pendapatan provinsi dan negara karena akan menjadi salah satu kawasan wisata bahari yang lebih baik.
  • Pajak dan retribusi reklamasi akan dapat digunakan untuk memperbaiki kawasan pantai utara Jakarta.

Uniknya, pro kontra yang terjadi terkait dengan reklamasi pantai utara Jakarta tersebut telah berlangsung cukup lama, yakni sekitar 10 tahun lebih.

Walaupun telah memakan waktu yang lama, namun proses reklamasi yang telah dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta tersebut masih belum banyak mengalami kemajuan dan memberikan perubahan di kawasan tersebut.

Hingga akhirnya proyek reklamasi pantai utara Jakarta harus kembali dihentikan pada tahun ini karena ada indikasi korupsi di dalamnya.

Leave a Reply

Please Login to comment
  Subscribe  
Notify of