Himbauan Kepada Para Junker

Pernah dengar istilah ngejunk atau junker? Di berbagai forum tanah air khususnya Kaskus, istilah ngejunk atau junker pasti sering dibaca dan didengar. Atau malah ada sebagian narablog yang juga seorang junker untuk sekedar mengejar jumlah postingan dan mencapai ISO :malu2 Apa sih sebenarnya definisi ngejunk/junker? Merujuk dari berbagai istilah yang di dapat di internet, ngejunk adalah postingan ga nyambung alias OOT, tukang sampah, sedangkan junker adalah orang yang menulis postingan OOT.

Beberapa minggu terakhir ini, blog ini juga sering dijunk oleh beberapa orang (No Offense gaan :malu) Ya beginilah nasib blog dofollow, berpagerank plus auto approve. Jadi sasaran backlink hunter apalagi baru ramai²nya kontes SEO. Banyak sekali ngejunk di postingan aku yang berpagerank mulai dari PR 0 mpe PR 3. Mulai dari “keren gan”, mantabs, nice info, terima kasih postingannya, saya coba dulu, sampai postingan yang ditranslate ke indonesia pake Google (bule nih malahan 🙂 ) Selama ini, aku gak pernah sih hapus komentar yang sudah masuk meskipun cuma ngejunk. Tapi mulai postingan ini terpublish, maaf kalau aku menghapus komentar teman² yang ngejunk : mewek terutama di postingan yang berpagerank.

Mau berkomentar dengan link kontes SEO atau iklan tentu saja bolehhh, tapi harus nyambung ya. Jangan ngejunk dengan kata² singkat cuma 1 – 2 kata 😀 Aku suka dengan cara mas Galuh Ristyanto, Ryan Bian, Kang Dadang yang sedang berjuang dengan kontes SEO nya, mereka komentar dengan link kontes tapi komentarnya nyambung dengan postingan, Malah ada saran juga. Kalau komentar mau OOT ya lebih baik menggunakan kalimat “maaf OOT”

Ayoo budayakan komentar yang sesuai dengan postingan. Singkat gpp tapi menyambung dengan postingan. Ini bukan forum tapi ini blog. Go GO blog!

I’m not Junker but I’m Blogger!

Leave a Reply

Please Login to comment
  Subscribe  
Notify of