Bahaya Kehamilan Trisemester Pertama

ibu-hamil-mudaKehamilan pada trisementer pertama harus dijaga dengan baik demi tumbuh kembang bayi. Terlalu lelah, pikiran, dll dapat mempengaruhi kesehatan bayi secara keseluruhan. Bahkan banyak resiko yang bisa terjadi jika tidak dicegah. Ada beberapa tanda bahaya kehamilan pada janin trisemester pertama, antara lain :

Hipertensi dalam kehamilan

Penyakit darah tinggi atau hipertensi pada wanita hamil juga merupakan tanda bahaya kehamilan yang bisa terjadi pada trimester 1, trimester2 atau trimester3. Hipertensi dalam kehamilan cukup berbahaya karena berisiko terhadap preeklampsia dan eklampsia di mana Ibu hamil mengalami kejang akibat darah tinggi. Selalu kontrol tekanan darah pada masa kehamilan, sebab penyakit ini terkadang tidak menimbulkan gejala apapun pada awalnya

Pendarahan

Perdarahan pada saat hamil juga bisa menjadi tanda bahaya kehamilan baik itu trimester 1 trimester 2 atau trimester 3. Perdarahan pada trimester 1 bisa jadi pertanda keguguran, perdarahan pada trimester kedua bisa memicu bayi lahir cacat dan perdarahan yang terjadi pada trimester akhir bisa berisiko bayi lahir prematur.

Demam Tinggi

Demam lebih dari 101 derajat Fahrenheit atau 38 derajat Celcius selama kehamilan mungkin perlu tanggapan yang serius. Demam selama kehamilan yang disertai dengan ruam dan nyeri sendi mungkin merupakan tanda infeksi seperti sitomegalovirus ( CMV ), toxoplasma, dan parvovirus. “CMV adalah penyebab paling umum dari bawaan tuli, dan tidak seperti biasa seperti yang kita pikirkan. “

Berat badan tidak naik

Berat badan Ibu hamil yang cenderung tidak naik juga patut diwaspadai. Wanita hamil setidaknya mengalami pertambahan berat badan sebanyak 6 kilogram pada masa kehamilan. Hal ini bisa menjadi petunjuk bahwa bayi di dalam kandungan mengalami perkembangan. Jika berat badan Ibu hamil tidak mengalami kenaikan, bisa saja akibat kondisi gizi yang buruk dan janin tidak bisa berkembang.

Mual dan muntah berlebihan

Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan pada saat hamil sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan menyebabkan keadaan umum tubuh ibu hamil memburuk, sebenarnya mual dan muntah merupakan hal yang biasa dialami oleh ibu hamil pada kehamilan trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan), kurang lebih pada 6 pekan setelah haid terakhir dan umumnya terjadi selama 10 pekan. Akan tetapi, mual dan muntah ini akan menjadi masalah yang sangat mengganggu jika terjadi secara berlebihan, yaitu ketika terlalu sering dan parah (bisa sama sekali tidak bisa makan atau minum) dan bertahan lebih lama (bahkan kadang terjadi selama sembilan bulan penuh).

Leave a Reply

Please Login to comment
  Subscribe  
Notify of